Wuduwou News
- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah menyerahkan
subsidi tarif kereta ringan atau LRT yang sedang dibangun di Ibukota Jakarta
diserahkan pada masing-masing pemrakarsa proyek tersebut. “LRT Jakarta ada dua.
Yang (pertama) di Kelapa Gading itu dibangun Pemda DKI, tentu subsidinya akan
diberikan oleh DKI,” kata dia di Bandung, Rabu, 2 Agustus 2018.
Budi mengatakan,
pemerintah pusat lewat Kementerian Perhubungan hanya menyiapkan subsidi untuk
proyek yang jadi garapannya yakni LRT Jabodebek (Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi)
yakni rute Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, serta Cawang-Bekasi Timur. “Untuk
LRT Jabodebek dari Dukuh Atas sampai Cibubur, kami akan berikan subsidi,” kata
dia.
Pemerintah sudah
menyiapkan anggaran subisidi tarif yang akan diberikan pada LRT Jabodebek
tersebut. “Kami subsidi 50 persen,” kata dia. "Semula tarif komersialnya
kira-kira Rp 22 ribu sampai Rp 24 ribu, kami kenakan Rp 10 ribu sampai Rp 12
ribu,” kata Budi.
Budi tidak merinci anggaran subsidi yang disiapkan pemerintah. Namun dia
memastikan pemberian subsidi itu akan diberikan saat LRT Jabodebek tersebut
sudah beroperasi. “Itu akan selesai akhir 2019,” kata dia.
Pemerintah juga
memastikan memberikan subsidi tarif untuk LRT Palembang yang akan dipergunakan
saat even Asian Games 2018. “Ya. (Tarif LRT) Palembang itu Rp 5 ribu. Kalau ke
bandara Rp 10 ribu,” kata dia.
Pengoperasian
LRT Palembang saat ini masih uji coba. LRT akan resmi beroperasi mulai 10
Agustus 2018. “Sekarang ‘trial operational’. Operasinya nanti tanggal 10
Agustus 2018,” kata dia.
Sebelumnya
pemerintah DKI Jakarta menugaskan PT Jakarta Propertindo menggarap proyek LRT
yang dipersiapkan untuk gelaran Asian Games 2018. Direktur Utama PT Jakarta
Propertindo (PT Jakpro) Satya Heraghandi mengatakan secara keseluruhan progres
pembangunan konstruksi kereta api ringan atau LRT saat ini sudah mencapai lebih
dari 65 persen.









Posting Komentar