HOME »

HIDUP SEKALI


hidup cuma sekali
kenapa kanvas sucinya
harus di warnai hanya dengan tinta hitam
jiwa disuramkan oleh sebutir debu
dan kita memandangnya
menangisinya
dan membunuh keberanian untuk hidup dan menantang kehidupan

hidup cuma sekali
kenapa kita harus mengisinya dengan pengahmbaan terhadap sebuah
pembangkangan
lalu ia memalingkan wajah kita dari sinar matahari
kearah kekelapan malam
yang menakutkan

Miras , narkoba dan perburuan pada kepuasan
lalu jiwa terjatuh pada reruntuhan tulang belulang
jadilah roh kita melayang-layang
mencari lentera atau pijar dikegelapan

hidup cuma sekali
maka ia harus tumbuh bersama bunga-bunga di musim semi
mewangikan zaman
bergerak dinamis dalam perubahan

Bagikan Artikel Ini :

Posting Komentar

 
Mendukung : Dibuat oleh | Wuduwou News | Abaimaida City
Copy © 2017. Wuduwou News Seluruh Hak Cipta
Abaimaida Gembira Abaimaida Gembira Diterbitkan Oleh Siaran Abaimaida
Didukung Oleh Lintas Abaimaida