HOME »

Antara Aku,Angin, Dan Bangsaku



kala itu aku tersindir
oleh desir angin yang mengisyaratkan kegetiran
kalau bukan karena firman tuhan

aku tak akan sudi lagi menari
di atas hamparan mega birumu
tak sudi aku menyaksikan bangsamu

yang dipenuhi darah amarah
diamlah kau angin!
jangan kau salahkan bangsaku

kau hanya bisa mencibir
menyebarkan kejelekan bangsaku kenegeri-negeri tetangga
tidakkah kau ingat di negeri siapakah kau sedang menari

negeriku negeri suci
bangsaku bangsa beradab!
kesucian negerimu hanyalah rekayasa belaka

berapa juta galon darah tertumpahkan di negerimu
atas nama kesucian menurut versi bangsamu
kau kemanakan daftar orang-orang hilang

yang sampai aku serenta ini
tidak ada kabar yang jelas
itupun atas nama keberadaban

menurut versi bangsamu
sindiran itu masih mengabut dalam kalbuku
mengaburkan pandangan cintaku pada ibu pertiwi

akankah kecintaanku pada negeri ini luntur
akankah kidung cinta yang senentiasa kudendangkan pada ibu pertiwi harus terhenti
tak mungkin aku memandang sebelah mata

pada tanah airku yang kucinta
wahai dunia
tunggulah saatnya
ketika bangsaku telah sembuh

mercusuar dunia akan berada dalam tangan kami!
sang angin tersenyum sinis
dianggapnya aku bangsa bedebah yang membual
ia berlalu sambil berkata

semoga tuhan memberimu keberuntungan
ngayogyakarta hadiningrat
segaris dengan puncak merapi
Bagikan Artikel Ini :

Posting Komentar

 
Mendukung : Dibuat oleh | Wuduwou News | Abaimaida City
Copy © 2017. Wuduwou News Seluruh Hak Cipta
Abaimaida Gembira Abaimaida Gembira Diterbitkan Oleh Siaran Abaimaida
Didukung Oleh Lintas Abaimaida