Entalah
saat sejak pertama kali,
Mengubah
masa mudah penuh ceriah,
Meraut
lajur-lajur pada raga keindahan,
Hidup
dalam kebahagiaan duniawi,
Mengubah
gerak langkah kaki,
Menjadi pembeda setiap perasaan,
Ku
sadari antara aku dan waktu,
Hanya kemarin, saat ini, mungkin esok,
Waktu
roda pembawaku,
Dibalik awan, hujan hingga kelap malam
Ditengah
dinginnya hawa ,
Diantara
teriknya pemancar bumi
Sekuat
apapun aku,
takan
pernah mampu menghentikannya,
Aku
hanya menjadi pemimpi tak terwujud,
Imbangi waktu satu-satunya jalan,
Bumi
bukan tempat abadi,
Bumi
tempat persinggahan raga,
Jiwa
entah dimana tempat tinggalnya,
Aku
dan waktu.








Posting Komentar